aku sempat tak yakin dengan itu semua.
aku lupakan sejenak mengenai kabar itu.
Saat sore, dan bergegas untuk pergi ke gereja untuk latihan koor. Tapi entah kenapa saat itu hujan, dan memaksaku untuk tidak pergi, aku pun membuka facebook. Dan benar saja di facebook terumata di group Gerbang STAN, banyak yg membicarakan kelulusan ternyata berita itu benar.
Aku pun membuka laptop dan menyambungkan ke internet. Aku membuka link untuk membukanya.
Aku mencari untuk wilayah Pontianak, dan ternyata namaku tidak ada.
Dari 1000an yg ikut USM untuk wilayah Pontianak, hanya 18 orang yg lolos ke tahap selanjutnya.
Temanku ada 5 orang yg lolos USM.
Ternyata temanku yg sudah lolos di T.Informatika jalur SNMPTN, STIS, juga lolos di STAN.
WOOOOW , karena keesokkan harinya pengumuman STIS tahap terakhir, ia pun akhirnya memilih kuliah di STIS, Jakarta. Aku juga sempat mengikut STIS, tapi aku belum lolos tahun ini.
Aku juga memberitahu kedua orangtuaku, betapa kagetnya mereka saat tahu bahwa aku tidak lolos STAN. aku masih ingat kata Bapakku, Ia mengatakan yang benar saja tidak lolos? sudah bimbel? percumalah itu semua? habis uang Bapak tu?
Down? pasti. Aku down buka karena tidak lolos, tapi karena kata-kata beliau. Aku sebenarnya tak habis pikir, Bapakku bisa berkata seperti itu. Tapi aku tahu Ia menaruh harapan yang besar untuk aku kuliah di STAN. Aku membaca kembali link itu, benar namaku tidak ada. Aku pun membuka website resmi STAN dan menteri keuangan, tapi website tersebut sibuk. Aku masih berharap. Tapi aku sadar, bahwa Aku tidak lolos STAN tahun ini. Dan aku pun juga sadar, ternyata teman-temanku di bimbelpun tidak ada yg lolos USM tahun ini.
Aku pun kembali ke dunia maya untuk bersapa dengan mereka, teman seperjuanganku.
Di facebook pun, aku chatting dengan teman yg menyoba USM STAN , tapi tidak lolos. Kami saling memberika motivasi, mereka juga ada yg mencoba SBMPTN.
Malam itu, entah mengapa aku tak kecewa saat aku mengetahui tidak lolos, aku bersyukur karena aku bisa mengenal mereka, aku tudak sendirian kami bisa saling menguatkan.
Aku tak menangis, kenapa? ya, karena aku juga sadar aku tak lolos USM itu karena kesalahanku. Aku tak belajar serius. Ada juga hal yg membuat aku menyesal, bukan saat pengumuman tapi waktu mengerjakan soal USM STAN bagian TPA. Saat aku mengulang kembali mengerjakannya di rumah, aku menyesal seharusnya aku bisa mengisi soal iti degan benar. Aku selalu mengingat kejadian itu, berulang kali aku menyalahkan diriku, tapi aku juga harus kembali ke realita hidupku.
USM STAN tahun ini sudah lewat, dan minggu ini adalah minggu untuk mereka yg lolos STAN test wawancara dan kesehatan. Selamat berjuang teman-temanku, Kalian Hebat Luar Biasa !
Kampus Ali Wardhana, aku akan meraihmu tahun depan. Aku senang bisa mengenalmu, aku banyar mencari tahu tentangmu, banyak kisah perjuangan untuk mendaptkanmu.
MARS STAN
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
Pandai menempa cita baja
Bagai lautan kami maju bersatu
Demi keuangan negara
Reff:
Kami mahasiswa pengabdi bangsa
Dengan pancasila
Berdiri paling muka
Untuk Indonesia tercinta
Tak mampu badai
Tak jua halilintar
Menggoyah citra kampus kita
Oh indonesia inilah lengan kami
Siap membela demi bangsa
Pandai menempa cita baja
Bagai lautan kami maju bersatu
Demi keuangan negara
Reff:
Kami mahasiswa pengabdi bangsa
Dengan pancasila
Berdiri paling muka
Untuk Indonesia tercinta
Tak mampu badai
Tak jua halilintar
Menggoyah citra kampus kita
Oh indonesia inilah lengan kami
Siap membela demi bangsa
Semoga lagu itu bisa aku nyayikan di Sentul, Bogor bersama mereka yg berjuang mendapatkan kampus impian, Ali Wardhana.
-JC SIRAIT-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar