Aku berangkat pukul 06.40
Mengisi bensin karena berpikir masih pergi awal
Semua berjalan dengan baik
Sampai sudah di jalan Adisucipto
Waduh...
Aku terjebak macet
Benar-benar macet
Hanya berjalan dengan perlahan
Aku berjumpa dengan temanku dijalan karena terjebak kemacetan
Aku sudah harap-harap cemas
Aku sudah yakin bahwa aku terlambat
Ketika ada kendaraan yang maju
Hati ini rasanya gembira
Senyum yang bahagia melihatnya
Seperti ada harapan
Setelah melewati kemacetan
Aku mengemudikan motorku
Aku tak berani membawanya dengan laju
Aku tetap dengan kondisi stabil
Hingga sampai di sekolah dengan keadaan selamat
Aku terlambat 7 menit
Bahkan sudah selesai bernyanyi dan membaca devosi
Untung pula aku sudah sempat membacanya tadi pagi ketika bangun
Aku hanya ikut doa penutup
Setelah itu beberapa temanku tiba di sekolah
Mereka juga terjebak kemacetan
Baru hari pertama sudah terlambat
Walau keterlambatan yang ada
Bukan karena keinginan pribadi
Lanjut dengan perkenalan guru
Sebenarnya ada rasa sedih ketika tidak satu unit dengan dia
Namun semua yang terbaik boleh terjadi
Dan tetap terlaksana dengan baik
Setelah itu kami persiapan untuk kegiatan besok
Penyambutan siswa baru
Senang. Bisa bertemu siswa kembali
Aku berperan menjadi kupu-kupu
Terima kasih Tuhan
Terima kasih telah menemaniku hari ini
Terima kasih untuk teguran dan hikmat yang Engkau berikan
Aku diingatkan kembali hari ini bahwa aku tidak sombong
Aku serahkan Tuhan
Apapun yang menurutMu terbaik
Terjadilah ...