Ini akhir februari di tahun 2015, saat aku bangun tadi pagi aku membuka hpku aku melihat ada sms dari temanku
Aku baca sms itu, aku mulai membacanya
ya aku tidak terlalu kaget membacanya karena kemarin dia telah memberitahuku tentang hal itu
tapi yg aku tidak terima tentang kata-kata bahwa bagi yg tidak mengikuti kegiatan sebelumnya, bisa mengikuti kegiatan tambahan yg dapat dijadikan NILAI TAMBAH walaupun NILAI tersebut tidak sama dengan kegiatan sebelumnya
hah? nilai tambah?
segitunya kah?
Ingat! mereka baru KELIHATAN & AKTIF di kegiatan itu
terus hanya karena 1 kegiatan saja mereka pasti lolos?
aku tak mengerti
aku tahu di kegiatan itu banyak hal yang dilakukan
tapi hanya karena melakukan hal ini hal itu disana mereka lolos?
enak sekali mereka
bagaimana dengan dengan aku dan yang lain?
kami yang mengikuti alur cerita kalian
kami mengikuti ini itu
aku ya aku pribadi tak habis pikir dengan hal itu
hanya 1 kegiatan itu yang tak aku ikuti
tapi yang perlu kalian tahu ketika aku memilih untuk mengikuti kegiatan
aku hanya ingin mengasah kemampuanku, menambah pengalamanku agar aku bisa menceritakan setiap hal yang aku alami
dan aku juga ingin mengenal kalian
Aku kecewa dengan kalian
padahal mereka hanya mengikuti kegiatan itu
kegiatan-kegiatan sebelumnya kemana mereka?
DIMANA MEREKA?
besok akan memasuki bulan maret
kemana mereka?
mereka yang kalian banggakan
mereka yang kalian sebut-sebut memiliki jiwa semangat
mereka yang kalian pastikan akan masuk
mereka yang pasti akan mengikuti kegiatan yang lainnya
KEMANA MEREKA?
beritahukan padaku
aku tak ada melihat mereka lagi
mereka tak ada berbicara setelah kegiatan itu berakhir
aku memang tak ada di kegiatan itu
tapi dimana? dimana mereka?
aku jelas-jelas telah memberitahu pada kalian
alasanku tak bisa mengikutinya
alasanku jelas !
tapi apa? kalian seakan tak menerimanya
kalian sering berkata 74 orang
ya kemana mereka yang lain
saat di kegiatan lain hanya 40an orang yang datang dari 74 orang yang kalian banggakan
oke ini akan memasuki bulan maret
banyak kegiatan di bulan ini
aku akan melihat
apakah 74 oarang yang kalian banggakan akan datang?
-JC SIRAIT-
because of dad I now know myself better and I hope I can do for him what he did for me !
Sabtu, 28 Februari 2015
Kamis, 26 Februari 2015
Saat saraf-saraf ini mulai kacau
aku pusing
kepalaku terasa bercabang-cabang
memikirkan ini memikirkan itu
harus membagi ini harus membagi itu
badanku memang hanya disini, rumah
tapi pikiran mataku kemana-mana
aku besyukur bisa masuk kedalamnya
aku bersyukur dapat mejadi bagiannya
aku bersyukur dapat bertemu mereka
aku bersyukur dapat satu tim dengan mereka
tapi tak dapat aku pungkiri juga
kadang aku merasa lelah bosan jenuh
kadang aku berpikir untuk mengakhirinya
menuntaskan ini semua
agar safar-saraf ini dapat kembali normal
disaat tertentu aku merasa ini beban
aku merasa tertekan
aku seakan berjalan sendiri
tapi mereka ya mereka
orang-orang yg mendukungku
mereka sering berkata SEMANGAT
ya semangat
kenapa aku mengambil ini semua?
ya ada dari mereka yg berkat ini terlalu banyak
tapi aku mencoba untuk menyakinkan diriku
bahwa saat aku memilih ini Tuhan juga ikut memilih
aku mencoba memanfaatkan kesempatan
aku tak ingin seperti dulu
saat itu aku takut
takut untuk mencoba
hingga akhirnya aku keluar
aku tak mendapatkan apapun
aku tak ingin itu terjadi lagi
sudah cukup 3 tahun saja aku rasakan itu
disini ditempat baru
aku mau merasakan yang seharusnya aku rasakan di 3 tahun itu
aku tak ingin menyesal setelah aku menyelesaikan studiku disini
aku butuh bimbingan
aku butuh penyemangat
aku butuh kalian
kalian yang dapat membantuku
bantu aku untuk menyelesaikan tanggungjawab ini
-JC SIRAIT-
Sabtu, 07 Februari 2015
Awal kegiatan Munas BEM SI 8
Selamat pagi temannnnnnnnnnn
kembali lagi di bulan februari yang penuh cintaaaaaaaaaaaaa :D
7 Februari 2015, ini udah H+4 kegiatan Munas Bem SI berakhir.
Tapi masih sangat terasa suasana ketika kegiatan itu dimulai.
29 Januari 2015, hari itu jadwal peserta datang ke pontianak.
Oke, sebelum aku ceritaiin ttg kedatangan peserta ke pontianak, aku mau ceritaiin dulu ttg aku, maya, dita dan filipa yang jualan bunga saat wisuda UNTAN.
Kami jualan bunga di sekitar pintu masuk audit.
Kami mulai berjualan sekitar pukul 07.00. Aku rasa itu terlalu pagi, tapi kata maya itu justru udah siang. Oke, kami mencoba untuk berjualan, ternyata udah ada yang jualan bunga duluan. Aku akui bunga mereka lebih cantik, indah, sedap dipandang.
Aku pribadi sempat pesimis, apa iya jualan bunga kami akan laku?????
Awalnya kami menjual bunga dengan harga 15ribu, tapi dikarenakan persaingan dilapangan yang cukup sengit, kamipun akhirnya memutuskan untuk menurunkan harga menjadi 10ribu.
Kami berpencar, tapi apa daya belum laku juga bunga kami.
Akhirnya aku dan dita berpindah menuju ke pintu masuk yang lebih banyak dilalui orang.
Benar saja bunga kami satu persatu terjual dengan harga 10ribu.
Oke, aku kasih tips nih ya buat teman-teman buat jualan.
Yang terpenting itu kita jangan malu. Keluarkan vokal kita, kita harus pandai-pandai merayu pembeli. Dan jangan lupa untuk mengucapkan salam dan berikan senyuman yang terbaik :)
Saat jualan bunga, ada cowok gitu umurnya sekitar 25an. Kebetulan saat itu dia memakai baju warna merah, dan bunga yang kami jual ada yang berwarna merah.
Langsung aja aku bilang beli bunganya bang, bagus loh buat abang. Cocok dengan warna bajunya, merah-merah *sambil memberikan senyuman yang terbaik.
Abang itu langsung ketawa gitu, dia bilang wah marketingnya bagus, pasti anak ekonomi ya *sambil berjalan. Hahaha asliilah aku bilang anak ekonomi.
Ya beginilah anak fkip yang memiliki jiwa ekonomi wkwkwkwk
Kami terus berjualan ditengah matahari yang mulai meninggi, ditemani oleh wajah orang-orang yang acuh, senyum, tertawa terhadap kami saat berjualan.
Sampai akhirnya kamipun mulai merasakan lelah yang tak tertahan. Kami memutuskan untuk kembali ke sekre. Dan kami masih memegang jualan bunga kami. Yup benar, tidak laku semuanya. Walaupun begitu, kami tetap bersyukur dari 36 bunga yang kami jual, hanya tersisa 9 yang tidak terjual. Oia, aku belum kasih tahu ya alasan kami berjualan bunga itu untuk menambah pemasukan selama kegiatan.
Selesai merehatkan badan, kami memutuskan untuk pergi ke asrama haji untuk melihat situasi disana, siapa tahu ada hal yang bisa kami bantu.
Saat aku sampai disana, belum terlalu banyak peserta yang tiba di asrama haji.
Karena badan yang mulai terasa lengket, akhirnyapun aku memutuskan untuk pulang.
Selesai makan dan mandi, aku pergi lagi ke asrama haji.
Nah, udah agak sorean nih peserta baru banyak yang sampai di asrama haji.
Aku lihat, banyak barang bawaan mereka.
Setelah sampai di asrama haji, mereka melakukan registrasi. Selanjutnya mereka diarahkan menuju kamar mereka. Hari terus malam, peseta pun mulai banyak berdatangan.
Sekitar pukul 7 malam, ada kegiatan makrab.
Seharusnya sih ada, tapi dikarenakan peserta belum datang semua, akhirnya pun acara itu dibatalkan digantikan dihari lain.
Apakah kalian pernah merasakan berlari dari siskom untan menuju kampus MIPA?
hahahaha aku dan beberapa temanku sudah pernah merasakannya.
Berlari di suasana malam yang dingin, kaki ini bergerak cepat untuk menemui peseta yang tersesat sampai ke MIPA.
Untunglah ternyata ada pengurus yang duluan menjemput mereka.
Setelah itu mereka yang tadinya sudah tiba di siskom, kembali lagi ke asrama haji.
Setelah memastikan peseta udah tiba semua di asrama haji, dan mendapatkan kamar, kamipun panitia dan pengurus melakukan briefing untuk hari esok dan evaluasi.
Ini baru hari pertama kegiatan MUNAS BEM SI, penasarankan dengan kegiatan di hari berikutnya? Ditunggu aja yaaaaa :)
-JC Sirait-
kembali lagi di bulan februari yang penuh cintaaaaaaaaaaaaa :D
7 Februari 2015, ini udah H+4 kegiatan Munas Bem SI berakhir.
Tapi masih sangat terasa suasana ketika kegiatan itu dimulai.
29 Januari 2015, hari itu jadwal peserta datang ke pontianak.
Oke, sebelum aku ceritaiin ttg kedatangan peserta ke pontianak, aku mau ceritaiin dulu ttg aku, maya, dita dan filipa yang jualan bunga saat wisuda UNTAN.
Kami jualan bunga di sekitar pintu masuk audit.
Kami mulai berjualan sekitar pukul 07.00. Aku rasa itu terlalu pagi, tapi kata maya itu justru udah siang. Oke, kami mencoba untuk berjualan, ternyata udah ada yang jualan bunga duluan. Aku akui bunga mereka lebih cantik, indah, sedap dipandang.
Aku pribadi sempat pesimis, apa iya jualan bunga kami akan laku?????
Awalnya kami menjual bunga dengan harga 15ribu, tapi dikarenakan persaingan dilapangan yang cukup sengit, kamipun akhirnya memutuskan untuk menurunkan harga menjadi 10ribu.
Kami berpencar, tapi apa daya belum laku juga bunga kami.
Akhirnya aku dan dita berpindah menuju ke pintu masuk yang lebih banyak dilalui orang.
Benar saja bunga kami satu persatu terjual dengan harga 10ribu.
Oke, aku kasih tips nih ya buat teman-teman buat jualan.
Yang terpenting itu kita jangan malu. Keluarkan vokal kita, kita harus pandai-pandai merayu pembeli. Dan jangan lupa untuk mengucapkan salam dan berikan senyuman yang terbaik :)
Saat jualan bunga, ada cowok gitu umurnya sekitar 25an. Kebetulan saat itu dia memakai baju warna merah, dan bunga yang kami jual ada yang berwarna merah.
Langsung aja aku bilang beli bunganya bang, bagus loh buat abang. Cocok dengan warna bajunya, merah-merah *sambil memberikan senyuman yang terbaik.
Abang itu langsung ketawa gitu, dia bilang wah marketingnya bagus, pasti anak ekonomi ya *sambil berjalan. Hahaha asliilah aku bilang anak ekonomi.
Ya beginilah anak fkip yang memiliki jiwa ekonomi wkwkwkwk
Kami terus berjualan ditengah matahari yang mulai meninggi, ditemani oleh wajah orang-orang yang acuh, senyum, tertawa terhadap kami saat berjualan.
Sampai akhirnya kamipun mulai merasakan lelah yang tak tertahan. Kami memutuskan untuk kembali ke sekre. Dan kami masih memegang jualan bunga kami. Yup benar, tidak laku semuanya. Walaupun begitu, kami tetap bersyukur dari 36 bunga yang kami jual, hanya tersisa 9 yang tidak terjual. Oia, aku belum kasih tahu ya alasan kami berjualan bunga itu untuk menambah pemasukan selama kegiatan.
Selesai merehatkan badan, kami memutuskan untuk pergi ke asrama haji untuk melihat situasi disana, siapa tahu ada hal yang bisa kami bantu.
Saat aku sampai disana, belum terlalu banyak peserta yang tiba di asrama haji.
Karena badan yang mulai terasa lengket, akhirnyapun aku memutuskan untuk pulang.
Selesai makan dan mandi, aku pergi lagi ke asrama haji.
Nah, udah agak sorean nih peserta baru banyak yang sampai di asrama haji.
Aku lihat, banyak barang bawaan mereka.
Setelah sampai di asrama haji, mereka melakukan registrasi. Selanjutnya mereka diarahkan menuju kamar mereka. Hari terus malam, peseta pun mulai banyak berdatangan.
Sekitar pukul 7 malam, ada kegiatan makrab.
Seharusnya sih ada, tapi dikarenakan peserta belum datang semua, akhirnya pun acara itu dibatalkan digantikan dihari lain.
Apakah kalian pernah merasakan berlari dari siskom untan menuju kampus MIPA?
hahahaha aku dan beberapa temanku sudah pernah merasakannya.
Berlari di suasana malam yang dingin, kaki ini bergerak cepat untuk menemui peseta yang tersesat sampai ke MIPA.
Untunglah ternyata ada pengurus yang duluan menjemput mereka.
Setelah itu mereka yang tadinya sudah tiba di siskom, kembali lagi ke asrama haji.
Setelah memastikan peseta udah tiba semua di asrama haji, dan mendapatkan kamar, kamipun panitia dan pengurus melakukan briefing untuk hari esok dan evaluasi.
Ini baru hari pertama kegiatan MUNAS BEM SI, penasarankan dengan kegiatan di hari berikutnya? Ditunggu aja yaaaaa :)
-JC Sirait-
Langganan:
Postingan (Atom)